The Effect of Tonasa II Pangkep Steam Power Station Viewed from the Human Basic Needs and Healthy House Standard

Andi Muhammad Bijaksana

Abstract


The aim of the study was to explain the public perception on the gas waste of the PLTU in Pangkep Regency to the settlement around it viewed from human basic needs, healthy house standard, and distance to the PLTU (Steam Power Station) Tonasa II
The samples of the study were 69 respondents settling at the radius ≤ 200 m from the PLTU Tonasa II and 113 respondents settling at the radius 2.000 m as a comparison. The data were collected through a survey and questionnaire and analyzed descriptively.
The results of the study indicate that the affected basic human needs around the PLTU Tonasa II are biological, cognitive, environmental esthetic needs, whereas the unaffected needs are self-esteem, security need and social interaction between groups or individuals. The affected aspects at the healthy house standard are lighting, ventilation, temperature, humidity, security, and house safety. The distance to the PLTU Tonasa II at the radius ≤ 2.000 m does not meet the regulation standard.

Keyword: public perception, distaces, affected, basic human needs, healthy house standard.

References


Beatley, T. 1994. Ethical Land Use (Principles Of Policy And Planning). John Hopkins Univ. Press. BaltimoreBsLondon.

Bijaksana, A.M.A. 2004. Persepsi Masyarakat Tentang Pengaruh PLTT Tello Ditinjau Dari Aspek kebutuhan Dasar Manusia dan Rumah Sehat. Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin. Tidak diterbitkan.

BPS. 1978. Sulawesi Selatan Dalam Angka tahun 1976. BPS Sul-Sel. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 1995.

Pedoman Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Untuk wilayah Kabupaten, Kawasan Perkotaan, Wilayah Propinsi. PT. Medisa. Jakarta.

Direktorat Tata Kota dan Tata Daerah, Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum. 1990.

Aspek Lingkungan Sosial Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Tata Ruang Perkotaan. Departemen PU.Jakarta.

Dainur. 1992. Materi-materi Pokok Ilmu Kesehatan Masyarakat. Widya Medika. Jakarta.

Hendro, R. 2001. Dimensi Keruangan Kota, Teori dan Kasus. UIP. JAKARTA.

Irawan, Soejipto. 1955. Undang-¬undang gangguan. Noordhoff¬Kolf NsV. Jakarta.

Jayadinata, J.T. 1992. Tata Guna Tanah Dalam perencanaan Pedesaan dan Perkotaan dan Wilayah, ITE Bandung. Bandung.

Mukono, H.J. 1997. Pencemaran Udara dan Pengaruhnya terhadap Gangguan Saluran Pernapasan. Airlangga university Press. Malang.

Mursalim, A. 2003. Persepsi masyaratiat dalam evaluasi hasil pelaksanaan program Pengembangan kecamatan di Kota Pinrang. Pascasarjana unhas. Tidak Diterbitkan.

Air Pollution Control Engineering. Cgraw-hill Company. Singapore.

Permenperin. 2010. Pedoman Teknis Kawasan Industri.

Ramli, M. 2003. Persepsi Masyarakat Tentang Izin Bebas Bangunan bagi Industri Padu Lingkungan Permukiman DI Kecamatan Tallo Kota Makassar. Pascasarjana unhas. Tidak Diterbitkan.

Saripada. 2003. Analisis Tingkat kepuasan Penghuni Terhadap Kinerja Pengembangan Perumahan Dalam mengelola Sanitasi Di Kota Makassar. Pascasarjana Unhas. Tidak Diterbitkan.

Soehandoyo. Suharyono. Djumadi. 1990. Profil Kependudukan Propinsi Sulawesi Selatan. Kantor Pusat Statistik Prop. Sulsel.

Soemartono, P.G.M.R. 1996. Hukum Lingkungan Indonesia. Sinar Grahka. Jakarta.

Suariaatmaja, R.E. 2000. Pembangunan Berkelanjutan yang berwawasan Lingkungan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Deptemen Pendidikan Nasional. Jakarta.


پاراگلایدر Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License.

ISSN : 2251-1563